You are here: Home
Religion
Islam
Imam Al-Ghazali, Pengikut Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah
Imam Al-Ghazali, Pengikut Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah
# Ahlus-Sunnah artinya ahli menetapi sunnah Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dan sunnah para Khalifahnya yang rasyidiin. Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
FOR IMMEDIATE RELEASE
(Free-Press-Release.com) December 20, 2010 --
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّين
Seorang alim(1) yang sangat masyhur ini namanya makin harum, sampai-sampai penyarah(2) Hadits Nasa’i yang bernama Imam Suyuthi menukil fatwanya:
“خُسُوْفُ الْقَمَرِ عِباَرَةٌ عَنِ انْمِحاَءِ ضَوْئِهِ بِتَوَسُّطِ اْلأَرْضِ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الشَّمْسِ مِنْ حَيْثُ أَنَّهُ يَقْتَبِسُ نُوْرُهُ مِنَ الشَّمْسِ وَاْلأَرْضِ كَرَّةً وَالسَّماَءُ مُحِيْطَةٌ بِهاَ مِنَ الْجَواَنِبِ فَإِذاَ وَقَعَ الْقَمَرُ فِي ظِلِّ اْلأَرْضِ انْقَطَعَ عَنْهُ نُوْرُ الشَّمْسِ
Gerhana bulan adalah ibarat mengenai hilangnya sinar-pantulan-bulan karena bumi bergerak ke garis lurus antara bulan dan matahari. Karena sinar bulan adalah pantulan dari sinar matahari, kadang juga pantulan sinar matahari kebumi lalu kebulan. Sementara langit meliputi (matahari bumi dan bulan) dari berbagai arah. Ketika bulan bergeser ketempat naungan bumi maka cahaya matahari terputus dari bulan.”
Bahkan penyarah Hadits Bukhari yang sangat masyhur bernama Ibnu Hajar Al-Asqalani(3) juga menukil ucapannya:
“حَرَكَة اللِّسَان بِالذِّكْرِ مَعَ الْغَفْلَة عَنْهُ تُحَصِّل الثَّوَاب ؛ لِأَنَّهُ خَيْر مِنْ حَرَكَة اللِّسَان بِالْغِيبَةِ ، بَلْ هُوَ خَيْر مِنْ السُّكُوت مُطْلَقًا ، أَيْ الْمُجَرَّد عَنْ التَّفَكُّر
Menggerakkan lisan untuk berdzikir namun lupa Allah akan berhasil mendapat pahala karena nilainya lebih baik dari pada menggerakkan lisan untuk menggunjing, bahkan lebih baik dari pada diam sama sekali yang tidak melakukan tafakkur.” Kalau dilihat dari zaman hidup dan tulisannya sepertinya Imam Al-Ghazali pengikut Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah.
Dia menulis di dalam Ihya’:
فِي تُرْجُمَةِ عَقِيْدَةِ أَهْلِ السُّنَّةِ فِي كَلِمَتَيْ الشَّهاَدَةِ الَّتِيْ هِيَ أَحَدُ مَباَنِي اْلإِسْلاَمِ فَنَقُوْلُ وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ: الْحَمْدُ للهِ الْمُبْدِىءِ الْمُعِيْدِ الْفَعاَّلِ لِماَ يُرِيْدُ ذِي الْعَرْشِ الْمَجِيْدِ وَالْبَطْشِ الشَّدِيْدِ الْهاَدِيْ صَفْوَةِ الْعَبِيْدِ إِلَى الْمَنْهَجِ الرَّشِيْدِ وَالْمَسْلَكِ السَّدِيْدِ الْمُنْعِمِ عَلَيْهِمْ بَعْدَ شَهاَدَةِ التَّوْحِيْدِ بِحِراَسَةِ عَقاَئِدهمْ عَنْ ظُلُماَتِ التَّشْكِيْكِ وَالتَّرْدِيْدِ السَّالِكِ بِهِمْ إِلَى إِتْبَاعِ رَسُوْلِهِ الْمُصْطَفَى وَاِقْتِفاَءِ آثاَرِ صَحْبِهِ اْلأَكْرَمِيْنَ الْمُكْرَمِيْنَ بِالتَّأْيِيْدِ وَالتَّسْدِيْدِ الْمُتَجَلِّيْ لَهُمْ فِي ذاَتِهِ وَأَفْعاَلِهِ بِمَحَاسِنِ أَوْصاَفِهِ الَّتِيْ لاَ يُدْرِكُهاَ إِلاَّ مَنْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيْدٌ الْمُعَرَّفُ إِياَّهُمْ أَنَّهُ فِي ذاَتِهِ واَحِدٌ لاَ شَرِيْكَ لَهُ فَرْدٌ لاَ مَثِيْلَ لَهُ صَمَدٌ لاَ ضِدَّ لَهُ مُنْفَرِدٌ لاَ نِدَّ لَهُ وَأَنَّهُ وَاحِدٌ قَدِيْمٌ لاَ أَوَّلَ لَهُ أَزَلِيٌّ لاَ بِداَيَةَ لَهُ مُسْتَمِرُّ الْوُجُوْدِ لاَ آخِرَ لَهُ أَبَدِي لاَ نِهاَيَةَ لَهُ قَيُّوْمٌ لاَ انْقِطاَعَ لَهُ لَمْ يَزَلْ وَلاَ يَزاَلُ مَوْصُوْفاً بِنُعُوْتِ الْجَلاَلِ لاَ يُقْضَى عَلَيْهِ بِاْلاِنْقِضاَءِ وَاْلاِنْفِصاَلِ بِتَصَرُّمِ اْلآباَدِ وَانْقِراَضِ اْلآجاَلِ بَلْ "هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآَخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ".
Tulisan ini membahas mengenai keterangan aqidah Ahlus-Sunnah khususnya mengenai dua kalimat syahadat yang merupakan salah satu dari rukun Islam. Kami yang berkata dan semoga Allah memberi Taufiq 'segala puji bagi Allah yang memulai dan yang mengulang, yang selalu melakukan apa yang Dia kehendaki, Pemilk Arasy sangat agung dan pukulan yang sangat dahsyat, Pembimbing hamba-hamba pilihan ke arah yang tepat dan jalan yang benar, yang memberi nikmat mereka setelah mereka bersyahadat tauhid dengan menjaga kaidah-kaidah dari kegelapan-kegelapan yang meragukan dan membuat murtad, yang menggerakkan mereka agar mengikuti Rasul Al-Mushthafa (Pilihan) dan agar mengikuti langkah-langkah para sahabatnya yang lebih mulia yang dimuliakan dengan bukti mereka diperkuat dan diarahkan (oleh Allah) pada benar. Yang berusaha menampakkan diri pada mereka melalui Dzat-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya dengan cara memperindah sifat-sifat-Nya yang tak mungikin bisa ditangkap kecuali oleh orang yang أَلْقَى السَّمْعَ alqas-sam’a (istilah dalam Al-Qur’an Surat Qaf 37 yang arti lughat-nya meletakkan pendengaran, namun maksud-nya mempergunakan pendengarannya), namun ia bersaksi (bahwa Allah Esa). Yang mengenalkan pada mereka bahwa Dia Esa di dalam Dzat-Nya, tak memiliki sekutu. Tunggal, mutlak tak ada yang membandingi. Maha segala-gala-nya, tak ada yang menyamai-Nya. Sendirian, tak ada yang membandingi-Nya. Yang Esa lagi terdahulu, tidak ada yang mengawali-Nya. Yang Azali: telah dan akan selalu ada, selalu wujud takkan pernah berakhir, abadi yang tiada batas. Yang قَيُّوْمٌ Maha merumat yang tak putus, belum dan takkan berhenti dijelas-jelaskan bahwa sifat Dia Maha Agung. Dia takkan dihukumi atau dituntut oleh siapapun karena Dialah yang bisa memotong keabadian dan yang menghabisi ajal. Bahkan Dialah yang dalam Al-Qur’an ditulis “هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآَخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ.” Yang artinya “Dialah yang Awal dan Akhir, dan Lahir, dan Bathin. Dan Dia Maha Tahu
More information can be found online at http://www.ldii-sidoarjo.org

Where: Paris,France
Industry: Business Services
Where: Hong Kong,Hong Kong (China)
Industry:
Where: Amman,Jordan
Industry:
Post your news to the World.See you news here immediately. It's easy and free!
Create free account or Login.


